Tersedia Secara Online Obat Herbal Organik Untuk Atasi Gangguan Haid dan Ketidakseimbangan Hormon.

Solusi Total dari FEMONA


Anda mengalami :
  • Nyeri haid yang parah?
  • Haid tidak teratur?
  • Lama tidak haid?
  • Pendarahan haid tidak normal?
  • Muncul Jerawat berlebihan menjelang haid?
  • Emosi tidak stabil dan depresi menjelang haid?
  • Serta berbagai gangguan menstruasi/haid lainnya?

STOP DERITA BULANAN ANDA !

Jangan biarkan "Tamu Bulanan"jadi "Derita Bulanan",
pilih "FEMONA",
untuk atasi Gangguan Menstruasi
dengan cara yang tepat, aman dan alami


"FEMONA", adalah kapsul herbal dengan kandungan 100% herbal organik (bersertifikat Pangan Organik dari USDA-Amerika) yang terbukti efektif membantu mencegah serta mengatasi gangguan menstruasi/haid dengan cara yang tepat dan alami.

Konsumsi "FEMONA" dalam jangka panjang , sangat baik untuk mengurangi resiko munculnya KISTA, MIOMA, ENDOMETRIOSIS serta berbagai gangguan serius lainnya pada sistem reproduksi wanita.

Fungsi utama "FEMONA" bukan saja untuk mengatasi gangguan menstruasi, tapi ditujukan juga untuk membantu mengatasi gejala menopause, gangguan kesuburan dan beragam masalah ketidakseimbangan homon lainnya. Info lanjut klik disini

TETAP NYAMAN DAN BEBAS BERAKTIFITAS MENJELANG DAN PADA SAAT MENSTRUASI

Bagi wanita masa kini, gangguan fisik maupun psikis menjelang dan pada saat menstruasi bukan lagi sekedar masalah ketidaknyamanan atau rasa sakit saja, tapi sudah merupakan masalah serius yang mengancam aktifitas dan produktifitas mereka.

Wanita masa kini yang dituntut selalu aktif dan dinamis, dengan keterbatasan waktu yang mereka miliki tidak lagi bisa mentolerir adanya gangguan pada siklus menstruasi mereka. Mereka tidak mungkin lagi mengurangi atau bahkan menghentikan aktifitas mereka demi menunggu derita bulanan mereka berakhir.

Mereka dituntut untuk tetap bisa beraktifitas penuh setiap saat. Celakanya, menstruasi bagi wanita di usia produktif adalah sesuatu yang tak terelakkan dalam kehidupan mereka. Satu-satunya upaya yang bisa mereka lakukan hanyalah bagaimana caranya agar menstruasi tidak lagi menimbulkan gangguan.

Tapi kini wanita boleh merasa lega, karena telah hadir “FEMONA”: suplemen herbal organik yang terbuat dari 100% Lepidium Peruvianum Chacon organik, yang akan banyak menolong wanita mengatasi gangguan seputar menstruasi dengan cara yang tepat, aman dan alami.

Tepat, karena “FEMONA” mengatasi gangguan menstruasi bukan pada gejala-gejalanya, melainkan langsung pada akar permasalahan penyebab munculnya gangguan menstruasi yaitu ketidakseimbangan hormon-hormon yang berperan dalam siklus menstruasi.

Aman, karena “FEMONA” bukan hormon dan tidak mengandung hormon, terbuat dari Herbal Organik yang telah terbukti aman dikonsumsi selama ribuan tahun serta telah lulus uji toksisitas dan uji keamanan dari lembaga/institusi yang berkompeten baik dalam maupun luar negri.

Alami, karena “FEMONA” terbuat dari herbal yang dibudidayakan secara organik dibawah pengawasan ketat USDA Amerika (sertifikasi pangan organik USDA) dan cara kerjanyapun selaras dengan tubuh.

“FEMONA” solusi total atasi gangguan menstruasi. Dengan “FEMONA”, wanita akan tetap nyaman dan bebas beraktifitas sekalipun menjelang maupun saat menstruasi/haid.

TENTANG “FEMONA”

“Femona” adalah suplemen herbal organik yang terbuat dari dari 100% umbi-akar Lepidium Peruvianum

Chacon organik yang diformulasikan untuk mencegah dan mengatasi berbagai gangguan kesehatan seputar menstruasi serta
berbagai gangguan kesehatan lainnya terutama yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Lepidium Peruvianum Chacon pada “Femona” diproses secara gelatinized dengan standar GMP sehingga dapat diserap 30% lebih efektif oleh tubuh.

KOMPOSISI

Tiap kapsul “Femona” mengandung 600 mg Lepidium Peruvianum Chacon 100% Organik tanpa bahan pengawet, pengisi, pewarna, penambah rasa atau aroma.

KHASIAT DAN KEGUNAAN

DOSIS DAN ATURAN PAKAI


Untuk gangguan menstruasi, sebaiknya diminum secara teratur 2 - 4 kapsul (1200-2400 mg) perhari pada pagi hari sebelum atau sesudah makan, terutama 7 hari sebelum menstruasi hingga selesai. Khusus untuk 1 minggu pertama atau untuk kasus gangguan kesehatan kronis/berat tingkatkan dosis hingga 6 kapsul (3600 mg)/hari.

Untuk membantu mengatasi gangguan kesehatan lainnya dikonsumsi teratur 2- 4 kapsul per hari . Bila perlu tingkatkan dosis hingga 6 kapsul (3600 mg)/hari untuk kasus yang berat.

KONTRA INDIKASI

Tidak ada

EFEK SAMPING


Tidak ada efek samping sepanjang tidak dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi berlebihan bagi sebagian orang dapat mengakibatkan perut kembung, produksi gas yang berlebihan pada usus dan susah tidur (karena energi berlebih). Ekstrak Gelatinez Lepidium Peruvianum Chacon aman dikonsumsi hingga 5000 mg/hari.

PERHATIAN

Bagi wanita hamil atau sedang menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan praktisi medis terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi produk ini.

MENGAPA HARUS “FEMONA” ?

Berbeda dengan produk sejenis lainnya

“Femona” mengatasi gangguan menstruasi dengan cara yang tepat, aman dan alami. Tepat karena “Femona” tidak hanya meredakan rasa sakit saja, tetapi juga mengatasi ketidakseimbangan hormon yang menjadi penyebab utama munculnya gangguan menstruasi.

Aman karena kandungan “Femona” adalah 100% herbal organik yang telah lulus uji toksisitas dan uji keamanan oleh institusi yang berwenang (UI dan Badan POM) serta telah teruji secara empiris selama ribuan tahun sebagai makanan tradisional masyarakat Peru.

Alami karena kandungan “Femona” adalah 100% herbal organik dengan kandungan zat-zat aktif alami yang bekerja selaras dengan tubuh.

“Femona” bukan hormon dan tidak mengandung hormon, bahan bakunya - Lepidium Peruvianum Chacon - bukanlah fitohormon dan sejenisnya tetapi memiliki kemampuan menyeimbangkan hormon tubuh.Lepidium Peruvianum Chaconbekerja dengan suatu cara yang secara keseluruhan berbeda dan lebih aman bagi kebanyakan wanita dibanding herbal Fitoestrogen seperti Black Cohosh dan Akar Licorice

Dikembangkan dari herbal organik yang Bersertifikat Internasional

Lepidium Peruvianum Chacon yang terkandung dalam Ginseng Peru Organik “Femona” adalah 100% herbal organik (dibudidayakan secara alami tidak menggunakan pestisida, pupuk kimia serta bahan-bahan kimia lainnya) yang telah memiliki sertifikat organik berstandar internasional (United States Department of Agriculture/USDA) – Departemen Pertanian Amerika Serikat.

Diproses secara gelatinisasi dengan standar GMP

Gelatinized Lepidium Peruvianum Chacon adalah akar Lepidium Peruvianum Chaconyang telah mengalami suatu proses ekstraksi khusus yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Nasional Agraria La Molina (Lima, Peru). Proses ini memindahkan sebagian besar kandungan zat tepung dari akar yang dihancurkan untuk meningkatkan asimilasi/pembauran dan konsentrasi bahan-bahan aktif yang ada didalamnya.

Dalam uji klinis pada manusia yang baru-baru ini dipublikasikan pada Asian Journal of Andrology, ilmuwan menggunakan dosis 1500 mg hingga 3000 mg Gelatinized Lepidium Peruvianum Chaconsetiap harinya untuk mencapai hasil yang optimal.

Sumber : Maca, Adaptogen and Hormonal Regulator, Beth M Ley, Ph.D.

Lulus Uji Keamanan dan Toksisitas

Telah lupus uji Keamanan dan Toksisitas di Laboratorium Farmasi, Facultas MIPA Universitas Indonesia (UI).

Telah lulus uji Pengawet dari Balai Besar POM DKI

Khasiat dan manfaat yang luas

Barangkali Lepidium Pruvianum Chacon inilah satu-satunya herbal yang memiliki manfaat paling luas bagi kesehatan. Dan kini seluruh khasiat dan manfaat Lepidium Pruvianum Chacon terkandung dalam “Femona”.


“FEMONA” MENYEIMBANGKAN HORMON

Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar pada sistem endokrin yang berpengaruh pada aktifitas sel-sel tubuh yang mengendalikan fungsi organ tubuh secara keseluruhan (mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan, perkembangbiakan, ciri-ciri seksual, mempengaruhi tubuh dalam penggunaan dan penyimpanan energi serta mengendalikan volume cairan, kadar air dan garam dalam darah). Sebagian besar hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbeda-beda, sisanya merupakan steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol. Hormon dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas.

Sistem Endokrin adalah suatu sistem yang komplek terdiri dari sekelompok organ(kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh. Hormon beredar melalui aliran darah dan tubuh untuk berkomunikasi dengan keseluruhan tubuh untuk mengatur dan merawat homeostasis (keseimbangan/stabilitas) dalam tubuh melalui sistem umpan balik yang bervariasi dari keseimbangan biokimia internal tubuh untuk menghadapi perubahan yang terjadi karena faktor dari luar tubuh.

Kelenjar penguasa dari sistem endokrin adalah hipotalamus yang berperan sebagai pengatur pusat dalam keseimbangan. Hipotalamus mengatur kelenjar pituitari dan kelenjar adrenalin yang juga berperan sebagai pemain kunci dalam sistem yang kompleks ini. Pituitari melepaskan sejumlah hormon yang memainkan peranan penting pada fungsi reproduksi dan fungsi seksual, juga secara langsung merangsang kelenjar-kelenjar lain untuk melepaskan hormon-hormon yang lain.

Disarikan dari: Maca, Adaptogen & Hormonal Regulator, Beth M. Ley, Ph.D.

Pentingnya peran hormon bagi kesehatan tubuh sering kurang mendapat perhatian. Kadar hormon menurun pada pria dan wanita seiring dengan bertambahnya usia. Kekurangan testosteron dapat berakibat terjadinya disfungsi ereksi. Peningkatan sinyal hormon dari pituitari ke ovarium membantu produksi hormon estrogen dan progesteron dan dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Premenstrual Syndrome(PMS), siklus menstruasi yang tidak teratur, Peri-menopause Syndrome dan lain sebagainya terjadi karena ketidakseimbangan hormon.

Kecukupan hormon-hormon yang diperlukan dalam jumlah yang tepat (seimbang) akan menjadi penyeimbang sistem tubuh secara keseluruhan. Banyak wanita memilih terapi sulih hormon dengan mengkonsumsi estrogen, progesteron dan DHEA sebagai upaya untuk mereproduksi keseimbangan hormon, untuk awet muda misalnya. Namun dengan mengkonsumsi zat-zat tersebut dapat memberikan sinyal bagi kelenjar-kelenjar utama tubuh; hipotalamus dan pituitari untuk memproduksi hormon internal lebih sedikit, dan jika kondisi ini berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang akan berakibat pada semakin menurunnya kemampuan tubuh untuk memproduksi hormonnya sendiri.

Penyebab Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon bisa disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal misalnya: siklus hormon, kelainan genetis, tumbuhnya tumor pada kelenjar, pertambahan usia dan lain sebagainya. Sedangkan faktor eksternal meliputi: defisiensi pola makan, suplay hormon ke dalam tubuh baik secara sengaja (Terapi Sulih Hormon/TSH) maupun tidak (pestisida, produk peternakan modern, produk plastik, karpet dan lain sebagainya), penggunaan obat-obatan golongan steroid, kondisi stres, gaya hidup tidak sehat dan lain sebagainya.

Akibat Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon akan mengakibatkan munculnya berbagai gangguan kesehatan seperti: menopause, defisiensi testosteron pada pria, disfungsi ereksi, ketidaksuburan pada pria dan wanita, gangguan kelenjar tiroid/gondok, hiperandrogen, termasuk sejumlah gangguan seputar menstruasi, dan lain sebagainya.

“FEMONA” terbuat dari 100% Lepidium Peruvianum Chacon organik yang diproses secara gelatinisasi dengan standar GMP. “FEMONA” bukanlah hormon dan tidak mengandung hormon tetapi memiliki kemampuan menyeimbangkan hormon tubuh. Kemampuan tersebut berasal dari zat-zat aktif alami (alkaloid-alkaloid) yang terkandung dalam Lepidium Peruvianum Chacon yang memiliki kemampuan merangsang sistem endokrin dengan cara memicu fungsi optimal dari hipotalamus dan pituitari, dengan demikian meningkatkan fungsi dari keseluruhan kinerja kelenjar endokrin dalam memproduksi hormon tubuh tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh. 

Ini berarti, selain memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan hormon serta keseimbangan sistem tubuh secara keseluruhan, “FEMONA” sekaligus juga memiliki khasiat yang luas dalam mengatasi berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon

“FEMONA” MENGATASI SINDROM PRAMENSTRUASI

Sindrom Pramenstruasi atau Premenstrual Syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala fisik, psikis/emosional dan tingkah laku yang sering terjadi dalam siklus menstruasi wanita (usia 14 - 50 tahun) pada 7 - 14 hari sebelum datangnya menstruasi, dan akan hilang bila mulai menstruasi (perdarahan). Berdasar riset, terdapat kurang lebih 180 gejala-gejala PMS, tapi yang paling sering dilaporkan adalah: sakit kepala/migrain, badan lemas, perut kembung/mual/kram, sakit punggung/pinggang, payudara nyeri/bengkak/keras, emosi labil, depresi, konsentrasi dan daya ingat menurun, agresif, insomnia, dan lain sebagainya.

Penyebab pasti munculnya sindrom ini memang belum jelas. Namun berdasarkan berbagai riset, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh wanitalah yang dianggap paling bertanggung jawab atas munculnya PMS. Berikut ini sejumlah teori mengenai penyebab PMS :

  • Ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, dimana hormon estrogen dalam posisi dominan (estrogen dominan)
  • Perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Ini berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita
  • Berhubungan dengan hipoglikemia(kadar gula darah rendah yang abnormal/hypothyroid)
  • Berhubungan dengan hormon pituitari, prostagalandin, dan neurotransmitter di otak
  • Karena kurang asupan vitamin B, Kalsium dan Magnesium

Dengan mengkonsumsi “FEMONA” secara rutin dan teratur, zat-zat aktif alami (alkaloid-alkaloid) dalam Lepidium Peruvianum Chacon yang terkandung dalam "FEMONA” akan bekerja pada poros hipotalamus dan pituitari yang secara bertahap merangsang sistem endokrin untuk mengatur kembali produksi dan distribusi hormon-hormon yang berperan dalam siklus menstruasi hingga tercapai keseimbangan. Lepidium Peruvianum Chacon juga mengandung nilai nutrisi dalam jumlah yang signifikan berupa vitamin(B1, B2, B6 dan lain sebagainya) dan mineral(besi, magnesium, kalsium dan lain sebagainya) yang dibutuhkan wanita dalam menjalani siklus menstruasi yang sehat.

Jika keseimbangan antar hormon-hormon yang berperan dalam siklus menstruasi ini terjaga dengan baik, dan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalani siklus menstruasi yang sehat tercukupi, maka PMS tidak akan muncul lagi. Oleh karena itu penting untuk mengkonsumsi “FEMONA” secara rutin dan teratur dalam jumlah yang cukup.

“FEMONA” MENGATASI NYERI HAID

Selain gangguan menjelang menstruasi (PMS), “FEMONA” juga efektif untuk mengatasi sejumlah gangguan yang dialami pada saat menstruasi terutama yang disebabkan oleh faktor-faktor hormonal. NYERI HAID (DISMENORE) adalah jenis gangguan pada saat menstruasi yang paling sering dilaporkan. Nyeri Haid (Dismenore) terbagi menjadi dua jenis, yaitu Dismenore Primer dan Dismenore Sekunder. Sekalipun “FEMONA” juga baik untuk membantu meringankan penderitaan dan meningkatkan daya tahan tubuh pada Dismenore Sekunder tapi lebih direkomendasikan pada Dismenore Primer karena pertimbangan faktor penyebabnya.

Dismenore (Nyeri Haid) Primer adalah nyeri/kram perut yang terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan mens dan dapat terasa selama 24 - 36 jam. Penyebabnya adalah kontraksi rahim karena peningkatan hormon prostaglandin.





“FEMONA” MENGATUR DAN MENORMALKAN SIKLUS MENSTRUASI, VOLUME SERTA MASA BERLANGSUNGNYA PERDARAHAN

Siklus menstruasi adalah suatu bentuk keseimbangan yang rumit antara tubuh, pikiran dan emosi. Diatur oleh hormon-hormon dan bulan – siklus mentruasi bisa menjadi suatu sumber kesehatan menyeluruh (membantu untuk menyeimbangkan tubuh dan emosi dan berperan sebagai sebuah kompas bagi kehidupan wanita) atau sumber dari ketidaknyamanan dan penderitaan utama.

Ketidakseimbangan hormon-hormon yang berperan dalam siklus mentruasi bisa menimbulkan sejumlah masalah sebagai berikut:

• Pendarahan terlalu sedikit atau terlalu banyak
• Masa berlangsungnya menstruasi (perdarahan) yang terlalu singkat atau terlalu lama
• Siklus menstruasi terlalu pendek atau terlalu panjang

Sejumlah masalah siklus dan perdarahan pada menstruasi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

POLIMENORE

Polimenore adalah terjadinya perdarahan yang kurang lebih sama atau lebih banyak dari volume perdarahan menstruasi normal dengan panjang siklus menstruasi kurang dari 21 hari per siklusnya. Penyebabnya adalah gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi.

OLIGOMENORE

Oligomenore adalah volume perdarahan yang lebih sedikit dari volume perdarahan menstruasi normal dengan panjang siklus menstruasi lebih dari 35 hari per siklusnya.

AMENORE

Amenore adalah berhentinya/tidak terjadinya perdarahan haid, minimal 3 bulan berturut-turut dengan siklus haid memanjang dari siklus haid klasik (oligomenore).

HIPERMENORE

Hipermenore adalah terjadinya perdarahan haid yang terlalu banyak dan berlangsung lebih lama dari normalnya (lebih dari 8 hari). Penyebabnya adalah tumor uterus (mioma uteri), gangguan kontraksi uterus, polip endometrium uteri, gangguan pelepasan lapisan endometrium uteri pada saat terjadinya perdarahan haid.

HIPOMENORE

Hipomenore adalah perdarahan haid yang lebih sedikit dari biasanya, tetapi tidak mengganggu fertilitasnya. Penyebabnya adalah gangguan hormonal endokrin dan kelainan uterus.

Disarikan dari: Problema Haid, dr. H. Hendrik, M.Kes

Ketidakteraturan ini dapat juga menyumbangkan masalah pada kesuburan. Jika hormon tidak seimbang maka seluruh area kesuburan dapat terpengaruh. Masalah-masalah yang berkaitan dengan siklus tersebut dapat disebabkan oleh terjadinya defisiensi dalam pola makan, kurang sehat, terlalu stress dan sedikitnya pemahaman mengenai bagaimana tubuh wanita bekerja.

Secara medis, ketidakteraturan ini sering diobati dengan memperkenalkan (seringkali buatan/sintetis) hormon ke dalam sistem tubuh wanita. Hormon-hormon dari luar ini akan mengatur siklus menstruasi dengan menolak atau mengesampingkan ritme alami tubuh. Namun

Terapi Sulih Hormon (TSH) ini selain telah terbukti beresiko terhadap serangan jantung, kanker, stroke dan lain sebagainya, penggunaan dalam jangka waktu yang lama juga akan membuat kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon sendiri semakin menurun sehingga tubuh tidak mendapatkan suplay hormon sesuai kebutuhan.

Itulah sebabnya mengapa semakin banyak wanita memilih untuk meninggalkan TSH dan semakin banyak dokter yang merekomendasikan Lepidium Peruvianum Chacon sebagai suatu alternatif untuk mendapatkan keseimbangan hormon secara alami. Apa yang membuat

Lepidium Peruvianum Chacon begitu efektif bukanlah karena masuknya hormon dari luar, karena Lepidium Peruvianum Chacon memang bukan hormon dan tidak mengandung hormon, tapi karena kemampuannya mendukung secara nutrisi kelenjar-kelenjar dalam tubuh untuk berfungsi optimal sesuai dengan persyaratan khas masing-masing individu.

Dengan kandungan 100% Lepidium Peruvianum Chacon organik, “FEMONA” menghadirkan seluruh khasiat dan manfaat Lepidium Peruvianum Chacon terutama pada peran besarnya dalam menyeimbangkan hormon tubuh serta khasiatnya dalam mengatasi berbagai gangguan karena ketidakseimbangan hormon termasuk berbagai gangguan pada siklus menstruasi.

“FEMONA” MENGATASI SINDROM PERI-MENOPAUSE

Menopause adalah suatu tahap dimana wanita tidak lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukkan berakhirnya kemampuan wanita untuk bereproduksi. Secara normal wanita akan mengalami menopause antara usia 40 hingga 50 tahun. Pada tahap ini, wanita akan mengalami perubahan-perubahan pada organ tubuhnya karena pertambahan usia.

Menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif menuju perubahan secara perlahan-lahan ke masa non produktif yang disebabkan oleh berkurangnya hormon estrogen dan progesteron seiring dengan bertambahnya usia. Menopause biasanya diikuti dengan berbagai gejolak atau perubahan yang meliputi aspek fisik maupun psikologis yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan wanita yang mengalaminya.

Sindrom peri-menopause adalah sekumpulan gejala yang muncul pada masa menjelang menopause hingga beberapa tahun setelah menopause akibat perubahan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Terdapat lebih dari 30 gejala yang telah diidentifikasi, beberapa yang dianggap sangat mengganggu adalah : aliran hawa panas / hot flashes yang tiba-tiba menyebabkan tubuh banyak mengeluarkan keringat disusul sensasi dingin, keringat malam, vagina kering sehingga menyebabkan sakit bila melakukan hubungan intim, libido seksual sangat rendah, sulit menahan kencing, gangguan tidur, penurunan konsentrasi dan daya ingat, mudah tersinggung (mood swing). Peningkatan kolesterol dan pengeroposan tulang (osteoporosis) merupakan efek lanjutan dari defisiensi estrogen pada wanita menopause.

Sebelum Lepidium Peruvianum Chacon populer, Terapi Sulih Hormon (TSH) ditempatkan sebagai solusi favorit untuk mengatasi Sindrom Peri-menopause. Tapi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini semakin banyak wanita yang meninggalkan TSH karena resikonya. Mereka mulai menyadari bahwa untuk mencapai keseimbangan hormon yang mereka butuhkan tidak harus dengan cara memasukkan hormon ke dalam tubuh tapi bisa dengan cara mengkondisikan tubuh untuk memproduksi hormon secara alami hingga tercapai keseimbangan. Oleh karena itu semakin banyak wanita yang beralih ke Lepidium Peruvianum Chacon untuk terapi hormon mereka.

Mereka mengkonsumsi Lepidium Peruvianum Chacon secara teratur dan membiarkan bahan-bahan aktif di dalamnya merangsang tubuh untuk memproduksi hormon-hormon yang dibutuhkan secara alami dan tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh. Wanita menopause yang menderita semburan hawa panas, perubahan mood dan efek-efek lain dari penurunan kadar hormon secara cepat, akan merasakan Lepidium Peruvianum Chacon sebagai suatu alternatif yang aman dan bebas obat untuk TSH. Sebagai tambahan, wanita yang mulai menggunakan Lepidium Peruvianum Chacon selama perimenopause menemukan bahwa mereka mengalami suatu masa yang jauh lebih nyaman saat mereka memasuki masa menopause.

Kini segala khasiat dan manfaat Lepidium Peruvianum Chacon untuk mengatasi penderitaan akibat sindrom peri-menopause dapat diperoleh sepenuhnya melalui “FEMONA”. Pada awalnya wanita membutuhkan dosis yang lebih tinggi yaitu 4 - 6 kapsul (setara dengan 2400 - 3600 mg gelatinized Lepidium Peruvianum Chacon) setiap harinya. Biasanya dosis ini dapat dikurangi setelah 1 - 2 bulan konsumsi. Walau Ginseng Peru Organik “Femona” tidak bekerja sama baiknya pada setiap orang, hasilnya biasanya excellent dan banyak wanita akan mengalami suatu penyembuhan yang pasti dan terasa dalam satu minggu, dengan kemajuan yang berkelanjutan selama beberapa minggu ke depan.

Wanita pasca menopause akan merasa baik pada dosis sedikit hingga dosis sedang dari konsumsi “FEMONA”. Walau jika mereka tidak mengalami gejala-gejala yang jelas terlihat dari defisiensi hormon, mengkonsumsi “FEMONA” dapat membantu memperlambat proses penuaan, menjaga keremajaan kulit dan mencegah vagina kering dan atropi. “FEMONA” juga bermanfaat untuk kesehatan tulang, karena Lepidium Peruvianum Chacon akan mensuplay dan meningkatkan kandungan mineral dalam tubuh.

Disarikan dari berbagai sumber

“FEMONA” ALTERNATIF PENGGANTI YANG AMAN BAGI TERAPI SULIH HORMON

Keinginan untuk mengembalikan keremajaan, memperlambat atau membalikkan proses penuaan dan kesehatan telah menjadi obsesi hampir setiap orang. Sebagian besar solusi dari keinginan-keinginan itu berkutat di sekitar mengoptimalkan dan menyeimbangkan jumlah hormon tubuh. Banyak orang baik pria maupun wanita telah merasakan manfaat dari peningkatan kadar hormon testosteron, DHEA, estrogen, progesteron, dan hormon pertumbuhan melalui Terapi Sulih Hormon (TSH).

TSH memiliki banyak manfaat, namun sekaligus pula resiko. TSH saat ini secara resmi dianggap karsinogenik.Terapi sulih estrogen telah termasuk pada daftar pemerintah Amerika Serikat sebagai senyawa penyebab kanker. Beberapa campuran estrogen sudah terdaftar sebagai karsinogen manusia oleh National Institute of Environmental Health Sciences (Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan), tetapi pada Desember 2002 daftar tersebut meliputi seluruh kelompok dari steroidal estrogen/estrogen steroid, (NIH). Keamanan jangka panjang dari TSH telah menjadi subyek perdebatan selama beberapa tahun. Studi-studi terkini menunjukkan bahwa TSH juga meningkatkan resiko penyakit jantung.

Menggunakan berbagai jenis dari hormon-hormon eksternal, dan bahkan fito-hormon alami pada makanan atau herbal sekalipun, dapat menyebabkan kelenjar menjadi ‘malas’, akibatnya produksi hormon berkurang dari kadar yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan untuk mengukur seberapa banyak sebaiknya menggunakan fito-estrogen secara aman sangatlah rumit, dan dapat sangat bervariasi dari satu individu ke individu yang lainnya.

“FEMONA” dengan kandungan Lepidium Peruvianum Chacon-nya, menawarkan suatu terapi yang aman dan alami untuk hormon yang secara fundamental berbeda dengan TSH. Lepidium Peruvianum Chacon adalah suatu tonik (penguat) dan rejuvenator (peremaja) bagi keseluruhan sistem endokrin, dengan demikian mendorong tubuh untuk memproduksi hormon tubuh sendiri secara alami dan dalam kadar yang tepat bagi yang lainnya.

Terapi Lepidium Peruvianum Chacon lebih disukai daripada TSH karena TSH biasanya mempertua tubuh dengan mengurangi kemampuan kelenjar untuk memproduksi hormon. Lepidium Peruvianum Chacon memiliki suatu efek pada kelenjar yang akan membuat kelenjar-kelenjar secara alami memproduksi hormon. Tidak seperti produk-produk kedelai, black cohosh, akar licorice, wild yam, dan yang lainnya yang mengandung senyawa-senyawa yang menyerupai hormon, Lepidium Peruvianum Chacon bukan hormon dan tidak mengandung hormon apapun bentuknya. Lepidium Peruvianum Chacon bekerja pada akar permasalahan tidak hanya sekedar pada gejala-gejala permasalahan.

Diadaptasi dari : Maca, Adaptogen and Hormonal Regulator, Beth M Ley, Ph.D.

“FEMONA” MENGURANGI RESIKO OSTEOPOROSIS

Osteoporosis adalah suatu penyakit yang menyerang lebih dari 60% wanita di dunia saat memasuki fase menopause. Osteoporosis terjadi karena adanya proses berkurangnya jumlah kalsium yang begitu cepat pada tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan dapat mengalami kerusakan seperti retak, patah dan lain sebagainya. Pada banyak kasus, usia diatas 35 tahun, tubuh manusia kehilangan 1,5% kalsium tiap tahunnya. Karena itu Osteoporosis tidak hanya diderita oleh wanita saja tetapi kaum pria juga dapat terserang osteoporosis. Tetapi pada fase khusus yang dialami wanita seperti pada masa kehamilan dan menyusui,jumlah kalsium tubuh yang hilang jauh lebih banyak sehingga resiko terkena osteoporosis semakin bertambah besar.

Akar Lepidium Peruvianum Chacon telah digunakan sejak dahulu kala oleh suku Inca sebagai obat saat tulang dan otot sakit. Selama berabad-abad dukun/ahli obat masyarakat Andes telah merekomendasikan manfaat Lepidium Peruvianum Chacon untuk mengobati arthritis yang dianggap sebagai akibat dari pengaruh cuaca/udara dingin. Berdasar penelitian modern, Lepidium Peruvianum Chacon mengandung Kalsium, Fosfor, Silica yang merupakan elemen yang berfungsi dalam pembentukan tulang. Lepidium Peruvianum Chacon telah terbukti dapat membantu proses pembentukan kalsium di tulang.

Pada masa menopause terjadi penurunan kadar estrogen, pada masa ini wanita mengalami penurunan penyerapan kalsium yang menyebabkan ukuran tulang berkurang dan rapuh. Lepidium Peruvianum Chacon yang terkandung dalam “FEMONA” tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan tingkat hormon pada fase menopause tetapi juga mencegah osteoporosis dan memperbaiki kerusakan tulang (mempercepat proses penyembuhan patah tulang).

Sumber : Kepustakaan SKA

“FEMONA” MENGATASI GANGGUAN PADA KELENJAR TIROID (HIPERTIROID & HIPOTIROID)

Kelenjar tiroid terletak di ujung tenggorokan yang berfungsi mengatur jalur metabolisme. Terdiri dari dua bagian bulat yang menonjol menyerupai paru-paru dan terletak di dekat jakun. Kelenjar tiroid mengeluarkan hormon yang berpengaruh pada berat badan dan menentukan suhu tubuh panas atau dingin.

Kelenjar Tiroid juga berpengaruh pada organ yang lain yaitu jantung. Saat terjadi ketidakseimbangan hormon tiroid yang diproduksi, maka dapat terjadi satu atau dua hal yaitu: produksi berlebih (Hipertiroid) atau kurang (Hipotiroid). Thyroid

Stimulating Hormon (TSH) bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan hormon

Hipertiroid : Overproduksi

Hipertiroid atau juga dikenal sebagai Graves Disease terjadi karena overaktif kinerja kelenjar tirod ditandai dengan gejala; detak jantung cepat dan tidak teratur, gelisah, cemas, berat badan turun, gemetar. Hipertiroid terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang berubah merangsang produksi hormon tirod berlebih. Jika tidak terkontrol bisa menyebabkan suatu kondisi exophtalmoses (Penyakit Mata Tiroid) yang ditandai dengan bola mata terlihat menonjol dari kelopaknya.

Hipertiroid adalah penyakit nomor dua yang sering terjadi di USA dan prevalensinya tinggi yaitu 18 kasus per 1000 orang

dalam suatu populasi. Gangguan ini meningkat pada saat pertambahan usia, sekitar 2 - 3% wanita lanjut usia terserang penyakit ini.

Pengobatan umumnya meliputi radioaktif iodine, yang dapat menekan kerja kelenjar tiroid. Pengobatan tersebut berefek memperlambat detak jantung. Pembedahan untuk mengangkat kelenjar tiroid yang bermasalah juga dapat menjadi solusi sukses.

Hipotiroid : Kurang produksi

Hipotiroid (disebabkan berkurangnya produksi kelenjar tiroid) lebih umum/sering terjadi pada wanita khususnya pada wanita separuh baya. Penyakit Hashimoto adalah bentuk umum pada hipertiroid utama, dengan gejala seperti lesu, rasa dingin yang sangat, lemah/mudah lelah, dan rambut rontok. Infeksi bakteri dan virus dapat berpengaruh pada kelenjar tiroid tetapi hanya sementara.

Biasanya terdapat benjolan sekitar tiroid yang merupakan tumor jinak, walau begitu dokter harus memastikan bahwa itu bukan kanker, biasanya dideteksi melalui scan tiroid atau biopsy. Sejarah keluarga kanker tiroid atau irradiasi leher pada masa dahulu dapat meningkatkan resiko hipertiroid. Bila tumor tersebut dibiarkan saja tanpa pengobatan dapat berkembang menjadi suatu kondisi yang disebut myxedema yang berakibat fatigue dan dapat menyebabkan koma.
Jika Anda hipotiroid, berarti telah terjadi ketidakseimbangan hormon pada tubuh Anda. Dokter mungkin akan meresepkan tablet hormon tiroid sintetis yang akan anda konsumsi sepanjang hidup. Tes darah secara periodik dilakukan untuk memastikan kinerja kelenjar tiroid berfungsi sesuai kebutuhan.

Para peneliti ilmiah terus berupaya untuk mencari metode yang lebih baik, aman dan efektif dalam TSH, karena kepedulian terhadap pelanggan, mendorong industri farmasi untuk mengembangkan dosis rendah, alami, bio-identik sediaan sulih hormon. Namun itu semua tidak akan sama baik dengan kinerja Lepidium Peruvianum Chacon dalam menyeimbangkan hormon secara alami.

Kinerja Lepidium Peruvianum Chacon berbeda, yaitu dengan tetap memberi zat-zat makanan/memupuk tubuh secara keseluruhan dan membebaskan tubuh dari kondisi alami yang tak diinginkan, aman dengan kinerja yang bersifat adaptogen.

Baik Hipertiroid maupun Hipotiroid akar permasalahannya adalah pada ketidakseimbangan produksi kelenjar tiroid. GINSENG PERU

ORGANIK “FEMONA” dengan kandungan 100%Lepidium Peruvianum Chacon organik akan mengadaptasi kebutuhan tubuh dalam menyeimbangkan hormon dan mengatur kondisi tiroid dengan sangat baik.

Disarikan dari: Masalah Menstruasi dan Penyakit Tiroid, Efek-efek Hipotiroid dan Hipertiroid Pada Menstruasi, oleh : Mary Shomon

Sumber : www.macaperu.com

“FEMONA” MENGATASI STRES DAN KELELAHAN

Salah satu dari beragamnya manfaat-manfaat dramatis Lepidium Peruvianum Chacon yang terkandung dalam FEMONA

“FEMONA” adalah efek positifnya dalam mengurangi stres dan kelelahan. Sebagai suatu adaptogen kuat, Lepidium Peruvianum Chacon, dengan senyawa alaminya memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan dan menormalkan keseluruhan sistem tubuh. Sebagai contohnya, Lepidium Peruvianum Chacon dapat meningkatkan tekanan darah rendah dan menurunkan tekanan darah tinggi. Lepidium Peruvianum Chacon memiliki efek penyeimbang pada hormon, dan oleh karena itu, dapat berefek positif pada sistem tubuh yang tidak seimbang.

Banyak faktor yang menyebabkan insomnia atau masalah tidur, bisa jadi masalah gizi, tetapi kebanyakan berhubungan dengan stres. Lepidium Peruvianum Chacon mempunyai pengaruh positif pada kedua masalah tersebut. Lepidium Peruvianum Chacon dapat menyediakan bahan-bahan mentah yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan serotonin, yang menciptakan relaksasi. Sebagai suatu adaptogen, Lepidium Peruvianum Chacon juga membantu menurunkan kortisol (hormon stres) yang mempengaruhi produksi serotonin normal. Penormalan kortisol akan membantu menormalkan kadar serotonin.

Lepidium Peruvianum Chacon juga dapat membantu Chronic Fatigue Syndrome (CFS)/Sindrom Fatigue Kronis dan fatigue pada umumnya yang disebabkan karena stres dan penuaan. Lepidium Peruvianum Chacon direkomendasikan oleh penderita CFS dan pada banyak kasus Lepidium Peruvianum Chacon meningkatkan DHEA (yang ditekan karena beban pada kelenjar adrenal dari stres jangka panjang) dan menurunkan kortisol (hormon stres).

Sumber : Maca, Adaptogen and Hormonal Regulator, Beth M Ley, Ph.D.

“FEMONA” MENINGKATKAN KESUBURAN

Lepidium Peruvianum Chacon telah digunakan selama berabad-abad sebagai fertilizer/ penyubur dengan hasil yang menakjubkan.

Pada wanita, Dr. Chacon menemukan bahwa Lepidium Peruvianum Chacon dapat meningkatkan kematangan folikel sel telur dan meningkatkan jumlah folikel. Pada pria, terjadi peningkatan jumlah sperma sebaik peningkatan kekentalannya. Lepidium

Peruvianum Chacon tidak memproduksi hormon seks tetapi merangsang tiap jenis kelamin untuk merespon sesuai dengan gendernya.Manfaat penyubur dari Lepidium Peruvianum Chacon pada “FEMONA” tidak perlu diragukan lagi. Lepidium

Peruvianum Chacon mengandung senyawa biokimia yang merangsang otak dan organ reproduksi. Lepidium Peruvianum Chacon meningkatkan produksi hormon Luteinizing (LH) yang akan menghasilkan ovulasi sehingga kemampuan wanita untuk hamil akan meningkat.

“FEMONA” dengan kandungan 100% Lepidium Peruvianum Chacon organik sangat direkomendasikan untuk masalah-masalah sterilitas, gangguan reproduksi dan seksual. “FEMONA” akan sangat membantu pasangan suami-isteri yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.

Disarikan dari berbagai sumber

“FEMONA” MENINGKATKAN ENERGI, STAMINA DAN FITALITAS TUBUH

Lepidium Peruvianum Chacon yang terkandung dalam “FEMONA” telah terbukti mengandung nutrisi dan nilai biologis yang tinggi, yang komposisi kimiawinya mengandung protein, vitamin, lemak, kalsium, selulosa, fosfor, iodium, besi, Vit B complex dan Vit C. Efek positif Lepidium Peruvianum Chacon bagi organisme tidak perlu diragukan lagi. Mudah untuk menemukan informasi mengenai Lepidium Peruvianum Chacon sebagai Ying Peruvian Seng (Ginseng Peru), karena saat mengkonsumsi orang merasa bersemangat dan tidak mengantuk selama seharian, sama dengan efek ginseng. Orang yang secara fisik aktif akan lebih cepat merasakan efek Lepidium Peruvianum Chacon dibanding mereka yang tidak aktif, karena Lepidium Peruvianum Chacon menyimpan energi dan membuatnya tidak lelah.

Lepidium Peruvianum Chacon adalah 100% herbal alami, oleh karena itu Lepidium Peruvianum Chacon banyak dikonsumsi oleh atlet yang ingin meningkatkan performa dan semangatnya dengan cara aman tetapi tetap efektif (sekalipun tidak secepat senyawa seperti steroid anabolic dan sejenisnya). Efek yang ditimbulkan Lepidium Peruvianum Chacon bertahap selaras dengan tubuh dan tidak bersifat merusak bagi organisma.

Lepidium Peruvianum Chacon mengandung konsentrasi kalsium tertinggi dari tanaman lain sejenisnya sehingga jugamerupakan tambahan yang baik bagi orang yang baru sembuh dari sakit dan penderita anemia yang membutuhkan pembentukan sel darah merah. Lepidium Peruvianum Chacon mengandung jumlah yang tinggi dari fosfor, besi, iodium, dan kalsium. Iodium adalah tambahan yang besar bagi kelenjar endokrin khususnya tiroid. Kalsium dan fosfor membantu pertumbuhan tubuh manusia dan pembentukan tulang. Lepidium Peruvianum Chacon juga mengandung karbohidrat yang kita gunakan untuk perawatan dan penggantian energi.

Sumber : kepustakaan SKA

“FEMONA” SEBAGAI ADAPTOGEN

Dikenal oleh banyak orang sebagai ”Ginseng Peru”, Lepidium Peruvianum Chacon telah dianggap sebagai suatu adaptogen, yang artinya adalah suatu senyawa (makanan atau herbal bernutrisi), yang membawa tubuh pada suatu keadaan yang lebih tinggi terhadap resistensi pada penyakit melalui kesehatan emosional dan fisiologis. Suatu herbal/tanaman dapat disebut sebagai adaptogen bila : meningkatkan resisten non spesifik pada penyakit, mampu menormalkan fungsi pada tubuh walaupun dalam keadaan sakit, non toksik dan tidak berbahaya bagi organ tubuh dan aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu lama sebagai zat bergizi (untuk pencegahan).

Dr. Hans Selye, yang menciptakan istilah ”Adaptations Energy,” menyatakan bahwa stress banyak menghabiskan energi, kondisi ‘kehabisan’ ini menjadi faktor pembatas yang dalam bagi performa dan akan resisten terhadap penyakit. Selye mendefinisikan stres dan efek negatifnya pada kesehatan kita dan menformulasikan General Adaptive Syndrome (Gejala Adaptasi Umum). Dia dianugerahi penghargaan Nobel untuk hasil kerjanya yang penting dan revolusioner itu.

Suatu bidang studi baru yang disebut psikoneuroimunologi mempelajari hubungan yang dimiliki antara stres dengan sistem imun/kekebalan. Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh dalam melawan sakit dan penyakit atau berbagai jenis ketidakseimbangan. Dia bekerja dekat dengan sistem endokrin dan hipotalamus, yang berada di atas batang otak.

Suatu adaptogen (seperti Lepidium Peruvianum Chacon) dapat membantu menyeimbangkan, memperkuat dan mendukung bagian-bagian tubuh di bawah kompromi karena stres. Karena sensitif alami dari perawatan suatu keseimbangan hormon-hormon seks (yang

diatur oleh hipotalamus), beberapa stres (fisik atau emosional) dapat berefek terkait kepada hormon-hormon itu. Stres dikenal memiliki efek negatif pada seks; libido, frigiditas, fertilitas, jumlah sperma dan mobolitas, gejala-gejala menopause, andropause (menopause pada pria), PMS, dll. (Steiner, Legros, Negro-Vilar, Herrenkohl)

Adaptogen-adaptogen mensupport dan membantu memulihkan kelenjar adrenalin (dikenal sebagai kelenjar stres) menjadi normal.

Adaptogen membantu memulihkan keseimbangan hormon dan oleh karena itu, energi, stamina, libido, fungsi seksual, fungsi imun, kejernihan/kesehatan mental, suatu perasaan sehat dan efek-efek negatif lainnya yang merupakan akibat stres pada tubuh.

“FEMONA” dengan fungsi adaptogennya akan bekerja mengembalikan keseimbangan hormon selaras dengan ritme dan kebutuhan tubuh sesuai dengan usia, jenis kelamin dan kondisi individu yang mengkonsumsinya.

Disarikan dari : Maca, Adaptogen and Hormonal Regulator, Beth M Ley, Ph.D.

MENSTRUASI

Menstruasi atau mens atau haid atau datang bulan adalah perdarahan yang terjadi secara berulang setiap bulannya (kecuali saat kehamilan) pada uterus seorang wanita dikarenakan adanya proses deskuamasi atau peluruhan dinding rahim (endometrium).

Darah menstruasi yang banyak mengandung campuran dari penumpukan sisa-sisa deskuamasi lapisan endometrium uteri, bekuan darah, cairan dan lendir, serta beberapa bakteri dan mikroorganisme, akan tampak berwarna merah kehitaman atau hitam. Lamanya perdarahan menstruasi biasanya antara 3 - 5 hari, tetapi ada juga yang mengalami perdarahan selama 1 - 2 hari yang diikuti terjadinya perdarahan kembali sedikit demi sedikit. Bahkan ada juga yang sampai 7 - 8 hari, tetapi biasanya lama terjadinya perdarahan menstruasi itu pada setiap wanita bersifat menetap.

Terjadinya perdarahan mens biasanya didahului dengan terjadinya leukorrhea (keputihan), yang ditunjukkan dengan pengeluaran cairan (lendir) dari vagina, agak encer, berwarna putih kekuningan, jika terjadi campuran dari tetesan darah, warnanya menjadi merah muda disebut bloody show, bening atau jernih dan tidak berbau. Cairan yang keluar tersebut dapat berubah sifatnya jika terjadi infeksi di daerah vagina atau uterusnya, yaitu menjadi berwarna kuning atau hijau, jika tedapat campuran dari tetesan darah, warnanya berubah menjadi merah kehitaman atau hitam, lebih kental dan keruh serta berbau .

Jumlah atau banyaknya darah mens yang keluar rata-rata 33,2 atau lebih kurang 16 ml. Pada wanita yang usianya lebih tua biasanya jumlah darah haid yang keluar akan lebih banyak.

Menstruasi yang pertama kali , disebut menarke, paling sering terjadi pada usia 11 tahun tetapi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16 tahun. Tetapi rata-rata terjadi pada usia 12,5 tahun. Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari menarke sampai terjadinya menopause.

FASE-FASE MENSTRUASI

Mekanisme terjadinya perdarahan menstruasi terjadi dalam satu siklus terdiri atas 4 fase :

1. Fase Folikuler / Proliferasi (hari ke-5 sampai hari ke- 14)

Pada masa ini adalah masa paling subur bagi seorang wanita. Dimulai dari hari 1 sampai sekitar sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium.

Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 - 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur.

Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan.

Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3 - 7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang serbanyak 28 - 283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.

Pada akhir dari fase ini terjadi lonjakan penghasilan hormon LH yang sangat meningkat yang menyebabkan terjadinya proses ovulasi

2. Fase Luteal / fase sekresi / fase pramenstruasi (hari ke-14 sampai hari ke-28)

Pada fase ini menunjukkan masa ovarium beraktivitas membentuk korpus luteum dari sisa-sisa folikel-folikel de Graaf yang sudah mengeluarkan sel ovum (telur) pada saat terjadinya proses ovulasi. Pada fase ini peningkatkan hormon progesteron yang bermakna, yang diikuti oleh penurunan kadar hormon-hormon FSH, estrogen, dan LH. Keadaan ini digunakan sebagai penunjang lapisan endometrium untuk mempersiapkan dinding rahim dalam menerima hasil konsepsi jika terjadi kehamilan, digunakan untuk penghambatan masuknya sperma ke dalam uterus dan proses peluruhan dinding rahim yang prosesnya akan terjadi pada akhir fase ini.

3. Fase menstruasi (hari ke-28 sampai hari ke-2 atau 3)

Pada fase ini menunjukkan masa terjadinya proses peluruhan dari lapisan endometrium uteri disertai pengeluaran darah dari dalamnya. Terjadi kembali peningkatan kadar dan aktivitas hormon-hormon FSH dan estrogen yang disebabkan tidak adanya hormon LH dan pengaruhnya karena produksinya telah dihentikan oleh peningkatan kadar hormon progesteron secara maksimal. Hal ini mempengaruhi kondisi flora normal dan dinding-dinding di daerah vagina dan uterus yang selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan-perubahan higiene pada daerah tsb dan menimbulkan keputihan

4. Fase Regenerasi / pascamenstruasi (hari ke-1 sampai hari ke-5)

Pada fase ini terjadi proses pemulihan dan pembentukan kembali lapisan endometrium uteri, sedangkan ovarium mulai beraktivitas kembali membentuk folikel-folikel yang terkandung di dalamnya melalui pengaruh hormon-hormon FSH dan estrogen yang sebelumnya sudah dihasilkan kembali di dalam ovarium.


Siklus Menstruasi.

Siklus menstruasi terjadi selama masa reproduksi dari masa pubertas hingga masa menopause sebagai reaksi terhadap variasi-variasi gerak hormon. Lapisan endometrium (dinding rahim) berkembang sebagai persiapan untuk implantasi telur yang telah dibuahi, dan dalam keadaaan tidak hamil lapisan itu akan luruh dalam bentuk darah melalui vagina.
Menopause adalah terhentinya sedikit-demi sedikit dan berakhirnya siklus haid dihubungkan dengan menipisnya oosit di dalam ovarium dan akibat turunnya kadar estrogen yang terjadi antara usia 45 - 50.

Sumber: Sobotta, J. 1989. Alat Kelamin Wanita, Sobotta: Atlas Ananatomi Manusia-Atlas II, Jakarta: EGC. Fisiologi haid

SIKLUS MENSTRUASI

Ditinjau dari segi medis mekanisme perdarahan menstruasi dari seorang wanita ini diakibatkan oleh pengaruh aktivitas hormonal tubuh yang aktivitasnya terjadi melalui suatu hubungan “poros hipotalamus-hipofisis-ovarium” dan dapat disertai dengan timbulnya beberapa keluhan. Mekanisme terjadinya perdarahan menstruasi secara medis belum diketahui seluruhnya tetapi ada beberapa fakor yang berperan penting dalam terjadinya proses perdarahan haid tsb yaitu; enzim, pembuluh darah, hormon prostaglandin, dan hormon-hormon seks steroid (estrogen dan progesteron).

Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1). Siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi berkisar antara 21 - 40 hari. Hanya 10 – 15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.

Panjang siklus haid sebulan yang normal adalah 28 hari , tetapi variasinya luas bukan hanya terjadi antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Panjang siklus haid seorang wanita biasanya dipengaruhi oleh usia

  1. Gadis berusia 12 tahun rata-rata berkisar 25,1 hari
  2. Wanita berusia 43 tahun rata-rata berkisar 27,1 hari
  3. Wanita berusia 55 tahun rata-rata berkisar 51,9 hari
  4. Dari data statistik panjang siklus haid yang biasa terjadi pada seorang wanita dalam masa reproduksi rata-rata berkisar 25 - 32 hari
  5. Wanita yang mengalami proses ovulasi kira-kira 97% panjang siklus haid berkisar 18-42 hari. Jika panjang siklus haid kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur, biasanya terjadi siklus haid yang tidak mengalami proses ovulasi (Anovulatoric Cycle)

Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur. Jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur.

Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender. Dengan menggunakan kalender tersebut, tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang. Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya. Dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda.

Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba Falopii. Di dalam tuba biasanya terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk ke dalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.

Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus biasa berlangsung selama 3 - 5 hari, kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.

SINDROM PRAMENSTRUASI (PMS)

PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra Menstruasi adalah gejala fisik, psikis/emosional dan tingkah laku yang sering terjadi sebelum siklus menstruasi pada wanita. Gejala-gejala PMS ini terjadi 7 - 14 hari sebelum datangnya haid dan akan hilang bila mulai haid.

PMS terjadi pada siklus menstruasi wanita di setiap usia, biasanya pada wanita usia 14 - 50 tahun. Gejala PMS yang terjadi pada tiap wanita bervariasi dan terjadi berubah-ubah pada tiap wanita dari bulan ke bulan. Berdasarkan riset dapat diidentifikasikan ada 180 gejala umum PMS dan yang paling sering dilaporkan adalah :

GEJALA FISIK

  • Sakit kepala /Migrain
  • Perut kejang/kembung
  • Sembelit/diare
  • Sakit punggung/pinggang
  • Kram pada kandung kemih
  • Fatigue (letih/lelah/lesu)
  • Payudara nyeri, membengkak dan mengeras
  • Gangguan tidur
  • Sendi atau otot lemas
  • Timbulnya jerawat
  • Pembengkakan tungkai kaki/lutut
  • Retensi/tertahannya cairan tubuh di payudara, tungkai kaki, lutut, otak (yang menyebabkan payudara, tungkai kaki, lutut membengkak dan sakit kepala)
  • Kenaikan berat badan dan lain sebagainya

GEJALA PSIKIS/EMOSIONAL DAN TINGKAH LAKU

  • Perubahan nafsu makan, nafsu makan meningkat (khususnya jenis makanan yang manis, asin) atau sebaliknya menjadi kurang nafsu makan
  • Mudah tersinggung, mudah marah, mood berubah-ubah
  • Menangis tiba-tiba
  • Perubahan libido
  • Pelupa
  • Cemas, depresi, gangguan konsentrasi, agresif
(www.SixWise.com)

PENYEBAB PMS ?

Penyebab pasti dari PMS belum dapat diketahui secara jelas, berdasarkan riset medis yang telah dilakukan penyebab PMS mengarah pada perubahan tingkat hormon yang terjadi pada masa sebelum haid. Salah satunya adalah peranan dari hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron. PMS terjadi pada rentang waktu hidup antara pubertas dan menopause, masa ketika ovarium bekerja untuk menghasilkan hormon estrogen. Wanita yang tidak berovulasi tidak mengalami PMS dan biasanya setelah mengalami kehamilan wanita akan sembuh dari PMS.

Riset menunjukan bahwa PMS menjadi lebih bermasalah di awal dan akhir fase siklus reproduksi (yaitu pada pubertas dan menopause) dan saat masa kehamilan dan kelahiran anak seperti saat siklus menstruasi pada awalnya. (www.midlife-passages.com)

Beberapa teori penyebab PMS : (www.SixWise.com)

• Berhubungan dengan hipoglikemia (kadar gula darah rendah yang abnormal/hypothyroid)
• Berhubungan dengan hormon pituitari, prostaglandin, dan neurotransmitter di otak
• Karena kurang asupan vitamin B, Kalsium dan Magnesium

Penyebab pasti munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain mengatakan, karena hormon estrogen yang berlebihan (estrogen dominan). Salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

PMS biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid.

Faktor - Faktor yang meningkatkan resiko terjadinya PMS

  • Wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima).
  • Status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum)
  • Usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun)
  • Stres (faktor stres memperberat gangguan PMS)
  • Diet (faktor kebiasaan makan, seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS)
  • Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS
  • Kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS)

Tipe PMS dan gejalanya

Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. 80% gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.

PMS tipe A (anxiety)

Ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.

PMS tipe H (hyperhydration)

Memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.

PMS tipe C (craving)

Ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.

PMS tipe D (depression)

Ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Penyebabnya karena rendahnya kadar neurotransmitter di sistem saraf pusat. Ini karena peningkatan gangguan neurotransmiter sebagai hasil dari penurunan kadar estrogen (Kontras dengan PMS A yang menunjukkan hasil yang berlawanan). Turunnya pengeluaran estrogen ovarian dihubungkan pada suatu peningkatan dorongan tekanan pada sekresi androgen adrenal dan progesteron. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar-benar murni tipe D.

PMS tipe D murni

Disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.

Untuk mengatasi PMS, biasanya dokter memberikan pengobatan diuretika untuk mengatasi retensi cairan atau edema (pembengkakan) pada kaki dan tangan. Pemberian hormon progesteron dosis kecil dapat dilakukan selama 8 - 10 hari sebelum haid untuk mengimbangi kelebihan relatif estrogen. Pemberian hormon testosteron dalam bentuk methiltestosteron sebagai tablet isap dapat pula diberikan untuk mengurangi kelebihan estrogen. (Intisari On the Net, Dr. Elvina Karyadi, MSc, Ahli Gizi Masyarakat, SEAMEO Tropmed UI).
Di tubuh setiap wanita terdapat hormon pria dan hormon wanita yang diatur seimbang secara alami oleh tubuh. Adapun peningkatan level hormon pria menyebabkan peningkatan prolaktin (hormon yang bertanggung jawab atas produksi ASI) menyebabkan keterlambatan ovulasi dan menurunkan level progesteron yang menyebabkan PMS. Studi yang dilakukan di Duke University, Univ of South California dan banyak institusi yang lain menunjukkan bahwa dengan menekan ovulasi juga dapat menekan PMS (dengan menghambat kelenjar pituitari dengan estrogen) .

Kita tahu bahwa gejala fisik pada PMS dapat juga disebabkan oleh suatu gangguan yang disebut “Endometriosis” yaitu suatu keadaan yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon dimana jaringan yang menyerupai dan beraksi seperti lapisan rahim berada di luar rahim dalam tulang panggul. Saat menstruasi, jaringan ini mengalami pendarahan ringan. Darah mengiritasi jaringan yang terdekat yang menimbulkan rasa sakit.

Sebagai tambahan banyak masalah kesehatan yang terkait dengan PMS yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Sebagai contoh, perubahan fibrositas payudara, yang berupa benjolan (bukan kanker) payudara menjadi bengkak dan sakit dan makin sensitif, payudara membengkak sering terjadi saat PMS. Kesimpulannya, definisi mekanisme PMS terjadinya penyebab PMS dapat disederhanakan bahwa PMS merupakan hasil dari kurang sempurnanya proses ovulasi. Kondisi ini menghasilkan suatu ovulasi yang kurang sempurna merupakan hasil dari ketidakseimbangan hormon. Penelitian menyimpulkan definisi ini dengan penemuan yang menunjukkan bahwa respon PMS mungkin disebabkan karena cara estrogen dan progesteron (hormon menstruasi) berinteraksi dengan senyawa kimia lain yang dihasilkan oleh otak.

Ada bukti baru yang menunjukan bahwa rendahnya kadar serotonin, suatu senyawa kimia penting yang diproduksi oleh otak mungkin pada kenyataannya merupakan penyebab utama respon PMS. Serotonin adalah pemain kunci yang berperan pada banyak proses tubuh dan siklus. Serotonin membantu siklus tidur dan metabolisme karbohidrat dan mempengaruhi pengaturan dari estrogen dan progesteron. Wanita dengan PMS disebabkan karena memliki kadar serotonin yang rendah dan bervarietas – suatu kondisi yang dapat menyebabkan ovulasi tertunda atau lebih awal dan memicu suatu ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Yang perlu digaris bawahi bahwa serotonin mempengaruhi ovulasi dan suatu ovulasi yang kurang sempurna menurunkan kadar serotonin di otak yang menyebabkan siklus yang hebat yang dikenal sebagai PMS.

Penjelasan mengenai “Ovulasi yang kurang sempurna” memperkuat terapi hormon yang sukses digunakan untuk menekan dan mengatur ovulasi dan mengkoreksi ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan gejala PMS. Dan sejak stres dikenal dapat mengacaukan pola ovulatori, teori ini menempatkan stres suatu faktor utama pada penyebab PMS.

Suatu Siklus

Siklus menstruasi yang biasanya terjadi adalah 28 hari. Pada pertengahan siklus (sekitar hari ke-14), produksi dari LTH-Luteinizing Hormon (Hormon yang bertanggung jawab terhadap ovulasi) menekan, yang memicu ovulasi. Selama masa separuh ke-2 dari siklus menstruasi (sekitar hari ke-14 sampai hari ke-28), jika keseimbangan hormon estrogen dan progesteron stabil, maka PMS tidak akan muncul. Bagaimanapun bila kadar progesteron tidak normal, kadar serotonin dapat dipicu menjadi turun dan tertekan.

Selama apa yang saya definisikan sebagai suatu siklus mensruasi yang abnormal. Ada suatu perubahan pada pola sekresi kelenjar pituitari (sebuah kelenjar utama di otak yang memproduksi hormon yang dapat merangsang tiroid, kelenjar adrenalin, ovarium, otot halus dan ginjal). Ini mengubah pola sekresi kelenjar pituitari yang akan menyebabkan hormon menekan kejadian yang lain terlalu awal (sekitar hari ke-11) atau lebih lambat (sekitar hari ke-18). Selama waktu ini, kadar progesteron juga akan menurun dibandingkan dengan kadar estrogen. Ketidakseimbangan ini menyebabkan gejala PMS yang menganggu bahkan terasa sakit.

PMS dan Keinginan Menekan

Ada suatu teori yaitu gejala umum PMS seperti peningkatan untuk mengkonsumsi karbohidrat disebabkan karena kadar serotonin yang rendah. Teorinya adalah saat kadar serotonin rendah, otak mengirim sinyal ke tubuh untuk makan karbohidrat, dimana untuk merangsang produksi serotonin dari yang alami dengan asam amino building block. Pada kasus ini wanita ingin mengetahui mengapa nafsu makan mereka menjadi tidak terkontrol dan semangat hilang selama PMS, semua faktor sekuat kekuatan senyawa kimia otak dan produksi hormon mempengaruhi tingkah laku dan nafsu makan secara psikis .

Seorang penderita PMS menceritakan ,”Saya bengkak, kembung dan BB saya meningkat 5-10 pounds setiap bulannya. Bahkan saya memiliki pakaian khusus yang saya simpan saat PMS tiba. Saya merasa gemuk dan mengembang, dan rasanya seperti ada monster kelaparan dalam tubuh saya yang sangat ingin untuk diberi makan. Segera saat menstruasi mulai, monsternya juga pergi, dan selera makan saya normal kembali. Bagaimanapun, tiap bulan adalah suatu siklus yang hebat. Dan ini makin menyulitkan saya untuk menstabilkan BB dan merawat suatu image tubuh yang positif.

Walaupun ada suatu pembuktian ilmiah bagi peningkatan nafsu makan dan mengidamkan makanan terkait dengan PMS, ada suatu nilai yang khusus berikut, diet khusus yang diatur secara perorangan bagi penderita PMS. Menolak gula, garam dan komposisi lemak umumnya membantu mengurangi kembung dan kenaikkan BB , juga menghindari kafein, gula, nikotin dan alkohol mengurangi iritasi dan meningkatkan pola tidur. Jenis makanan yang direkomendasikan bagi penderita PMS bervariasi dari tiap wanita, dan karena wanita yang mengalami PMS dapat memiliki kondisi utama lain seperti hipoglikemia dan tekanan darah tinggi, pengaturan dan penilaian khusus perlu diprioritaskan untuk membuat suatu rekomendasi makanan.

Apa Yang Dikerjakan Dalam Pengaturan PMS ?

Ada berbagai pilihan pengaturan, yang paling harus diperhatikan adalah berhati-hati dalam memonitor gejala individu. Karena siklus menstruasi dan gejala PMS bervariasi, maka penyebabnya harus dikenali terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan penyembuhan. Alasan dari perhatian adalah efek yang paling positif dapat memperpendek hidup dan pengaturan variasi dibutuhkan untuk hasil yang baik untuk dilanjutkan.
Sebuah artikel di New England Journal of Medicine menemukan bahwa wanita yang menderita PMS juga sering didapatkan memiliki kondisi tiroid rendah. Kondisi ini dapat tak tertutup oleh tes yang dikhususkan, dan pengaturan dari kondisi tiroid yang rendah dapat mengurangi gejala PMS.

Latihan aerobik yang teratur (sesi 1 jam 3-5 kali seminggu) adalah suatu hal bermanfaat dan dapat mengurangi gejala PMS karena dapat meningkatkan produksi dari endorfin (pembunuh rasa sakit alami tubuh), dimana hal ini dapat meningkatkan kadar serotonin. Latihan aerobik yang teratur juga mengurangi stres dan meningkatkan pola tidur yang teratur. Vitamin dan suplemen mineral khususnya vitamin B6 dan E juga kalsium dan magnesium sering efektif untuk mengurangi gejala PMS seperti payudara sensitif dan kembung. Teknik relaksasi tertentu seperti latihan menarik nafas dalam-dalam atau visualisasi dan bio-feedback juga bukti terapetik dalam pengurangan gejala PMS. Latihan fisik meningkatkan tone simpatetik, suatu kondisi yang menurunkan detak jantung dan mengurangi sensasi cemas.

Bagi beberapa wanita penderita PMS, pengobatan dengan obat yang diresepkan merupakan hal yang sangat efektif dalam pengaturan respon tiap individu. Sebagai contoh, Spironolakton, suatu pengobatan yang menghambat hormon yang bertanggung jawab terhadap kembung dan kenaikan BB, dapat menyembuhkan gejala PMS ini dan mengurangi akibat penimbunan air. Pengobatan tekanan darah dikenal sebagai beta blocker bekerja berlawanan dengan kerja adrenalin pada tubuh dan telah terbukti efektif dalam pengaturan serangan rasa cemas yang terkait dengan PMS.

Pada kasus tertentu, terapi pengaturan kelahiran – dalam bentuk kontrasepsi oral – digunakan untuk menekan dan mengatur juga mengurangi gejala PMS secara keseluruan. Sejak progesteron sintetis digunakan sebagai pil pengatur kelahiran, telah menunjukan hal ini merupakan penyebab PMS, perawatan yang besar dan pengalaman diperlukan dalam pengaturan terapi ini.

Pengaturan lain meliputi antidepresi seperti Prozac, Paxil, Sarafem dan Zoloft, yang meningkatkan kadar serotonin. Pengobatan ini terbukti sangat efektif dalam pengaturan gejala PMS karena mereka menghambat macetnya serotonin di otak dan meningkatkan jumlah serotonin saat ini.

Pada situasi yang jarang terjadi dimana gejala PMS makin bertambah parah, kondisi ini tidak teratasi dengan banyak pengobatan atau terapi lain dan saat kehamilan adalah bukan suatu hal yang obyektif, suatu prosedur pembedahan meliputi suatu pengangkatan separuh indung telur dapat disarankan. Hal ini pastinya baik pada kasus yang berat, pembedahan ini membuat wanita hidup bebas dari PMS.

Tiap wanita adalah unik – seperti keseimbangan hormon tubuh yang baik. Pengaturan dan penilaian PMS sebaiknya dilakukan oleh seorang dokter ahli yang berpengalaman dan mengkhususkan pada masalah ini. PMS tidak hilang secara instan. Akan selalu ada suatu hari yang baik, lebih baik dan paling baik, tetapi dengan mengontrol PMS dan mempelajari bagaimana hidup dalam kehidupan di bawah awan hitam PMS. Adalah sangat mungkin untuk belajar bagaimana merasa lebih baik sepanjang bulan. (www.midlife-passages.com)

PREMENSTRUAL DYSPHORIC DISORDER (PMDD)

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologist sedikitnya 85% dari wanita menstruasi mengalami paling sedikit 1 dari gejala PMS pada siklus menstruasi tiap bulannya. Mereka mengalami gejala PMS mulai dari yang ringan yang tidak membutuhkan perawatan hingga yang lebih parah bahkan yang lebih parah dari PMS yang disebut PreMenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). (womenshealth.gov US Dept of Health and Human Services, Office on Women’s Health)

Banyak kontroversi mengenai PreMenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) dan apakah hal ini merupakan suatu gangguan. PMDD meliputi seluruh gejala PMS tetapi lebih ekstrim dimana saat PMS wanita merasa sedih, saat PMDD wanita sampai merasakan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini terjadi dimanapun pada 3% - 9% wanita.

“Hal ini adalah suatu kondisi biologis yang nyata dimana wanita yang mengalaminya membutuhkan perawatan khusus yang efektif,” demikian pernyataan dari Jean Endicott, PhD, Direktur Bagian Evaluasi PreMenstrual di Columbia Presbyterian Medical Center. (www.SixWise.com)

PMDD juga bisa diindikasikan sebagai gejala PMS yang sering terjadi pada wanita:

• Berusia 20 - 40 tahun
• Memiliki sedikitnya seorang anak
• Memiliki sejarah keluarga depresi
• Pernah mengalami sejarah depresi setelah melahirkan atau gangguan mood

PMDD juga dapat diindikasikan sebagai suatu bukti bahwa senyawa kimia otak yang disebut serotonin memegang peranan sebagai penyebab yang memperparah PMS.
Gejala-gejala utama PMDD yang dapat terjadi meliputi :

• Rasa sedih, tidak berdaya hingga keinginan untuk bunuh diri
• Rasa tertekan, gelisah
• Sering panik
• Mood yang berubah-ubah, tiba-tiba menangis tanpa sebab yang jelas

Bagaimanapun, sebagian ahli percaya dengan PMDD dan ahli yang lainnya menyatakan PMDD bukanlah suatu hal yang nyata, dan hal tsb menyebabkan wanita memang sangat membutuhkan perhatian dan perawatan. (womenshealth.gov US Dept of Health and Human Services, Office on Women’s Health)

Secara medis, ketidakteraturan ini sering diobati dengan memperkenalkan (seringkali buatan/sintetis) hormon ke dalam sistem tubuh wanita. Hormon-hormon dari luar ini akan mengatur siklus menstruasi dengan menolak atau mengesampingkan ritme alami tubuh. Namun Terapi Sulih Hormon (TSH) ini selain telah terbukti beresiko terhadap serangan jantung, kanker, strok dan lain sebagainya, penggunaan dalam jangka waktu yang lama juga akan membuat kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon sendiri semakin menurun sehingga tubuh tidak mendapatkan suplay hormon sesuai kebutuhan.

Itulah sebabnya mengapa semakin banyak wanita memilih untuk meninggalkan TSH dan semakin banyak dokter yang merekomendasikan Lepidium Peruvianum Chacon sebagai suatu alternatif untuk mendapatkan keseimbangan hormon secara alami. Apa yang membuat Lepidium Peruvianum Chacon begitu efektif adalah bukan karena masuknya hormon dari luar, karena Lepidium Peruvianum Chacon memang bukan hormon dan tidak mengandung hormon, tetapi karena kemampuannya meningkatkan nutrisi kelenjar-kelenjar dalam tubuh untuk berfungsi optimal sesuai dengan persyaratan khas masing-masing individu.

Dengan kandungan 100% Lepidium Peruvianum Chacon organik, GINSENG PERU ORGANIK “FEMONA” menghadirkan seluruh khasiat dan manfaat Lepidium Peruvianum Chacon terutama pada peran besarnya dalam menyeimbangkan hormon tubuh serta khasiatnya dalam mengatasi berbagai gangguan karena ketidakseimbangan hormon termasuk berbagai gangguan pada siklus menstruasi.

GANGGUAN PADA SAAT MENSTRUASI

Selain PMS, sejumlah gangguan seputar menstruasi lainnya antara lain adalah:

Dismenore

Dismenore adalah gangguan fisik yang sangat menonjol pada wanita yang sedang menstruasi berupa gangguan nyeri/kram perut. Nyeri/kram perut mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan mens dan dapat terasa selama 24-36 jam. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah menjalar ke punggung atau permukaan dalam paha. Kasus berat dismenore bahwa nyeri kram dapat disertai muntah dan diare. Dismenore/gangguan nyeri kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS. Dismenore dibedakan menjadi:

1. DISMENORE PRIMER (SPASMODIK)
.
Dismenore primer biasanya dimulai pada saat seorang wanita berumur 2 - 3 tahun setelah menarche dan mencapai maksimalnya pada usia 15 dan 25 tahun. Dismenore memang bukan PMS. Berdasar data, Dismenore primer dialami oleh 60-75% wanita.

Penyebabnya adalah adanya peningkatan kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin, (Prostaglandin adalah : salah satu mediator kimia/ hormon di dalam tubuh yang menimbulkan terjadinya kontraksi pembuluh-pembuluh darah dan penurunan aliran darah sehingga menyebabkan terjadinya proses iskhemia dan necrosis pada sel-sel dan jaringan). Nyeri semakin hebat ketika bekuan atau potongan jaringan dari lapisan rahim melewati serviks/leher rahim terutama bila salurannya sempit.

Dismenore primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengan PMS yang mulai terasa 10 - 14 hari sebelum haid. Gejala akan hilang begitu haid datang. Kalau dismenore membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita PMS.

2. DISMENORE SEKUNDER
.
Dismenore sekunder adalah dismenore yang jarang terjadi, biasanya terjadi pada wanita yang berusia sebelum 25 tahun dan dapat terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore.

Penyebabnya :
  • endometriosis (yaitu pertumbuhan jaringan dan dinding rahim pada daerah di luar rahim seperti tuba fallopi atau ovarium)
  • openyakit peradangan rongga dalam daerah kemaluan
  • peradangan tuba fallopi
  • perlengketan abnormal antara organ di dalam perut
  • pemakaian IUD

KELAINAN-KELAINAN PERDARAHAN MENSTRUASI DAN SIKLUS MENSTRUASI

Kelainan dan gangguan menstruasi yang terjadi pada masa reproduksi dibagi menjadi 4 bagian :
1. Kelainan yang berhubungan dengan banyaknya darah dan lama terjadinya proses perdarahan haid terdiri atas hipermenore (menoragia) dan hipomenore
2. Kelainan siklus haid terdiri atas polimenore,oligomenore, amenore
3. Proses perdarahan lain yang terjadi di luar proses perdarahan haid yaitu metroragia
4. Gangguan yang berhubungan dengan hasil konsepsi kehamilan

1. POLIMENORE

Polimenore adalah panjang siklus haid yang memendek dari panjang siklus haid klasik, yaitu kurang dari 21 hari per siklusnya, sementara volume perdarahannya kurang lebih sama atau lebih banyak dari volume perdarahan menstruasi biasanya. Polimenore yang disertai dengan pengeluaran darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya dinamakan polimenoragia (epimenoragia)

Penyebabnya :
• gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi atau memendeknya fase luteal dari siklus haid
• kongesti/bendungan pada ovarium yang disebabkan oleh proses peradangan/infeksi
• endometriosis

2. OLIGOMENORE

Oligomenore adalah panjang siklus haid yang memanjang dari panjang siklus haid klasik, yaitu lebih dari 35 hari per siklusnya. Volume perdarahannya umumnya lebih sedikit dari volume perdarahan haid biasanya.

3. AMENORE

Amenore adalah panjang siklus haid yang memanjang dari siklus haid klasik (oligomenore) atau tidak terjadinya perdarahan haid, minimal 3 bulan berturut-turut.
Amenore dibedakan menjadi 2 jenis :

a. Amenore Primer yaitu, tidak terjadinya haid sekalipun pada wanita yang mengalami amenore.
Penyebab: kelainan-kelainan kongenital dan genetik
b. Amenore Sekunder yaitu, tidak terjadinya haid yang diselingi dengan perdarahan haid sesekali pada wanita yang mengalami amenore.
Penyebab: gangguan-gangguan gizi tubuh, metabolisme tubuh, tumor dan penyakit infeksi

4. HIPERMENORE (MENORAGIA)

Hipermenore adalah terjadinya perdarahan haid yang terlalu banyak dari normalnya dan lebih lama dari normalnya (lebih dari 8 hari).
Penyebab kelainan uterus seperti tumor uterus (mioma uteri), gangguan kontraksi uterus, polip endometrium uteri, gangguan pelepasan lapisan endometrium uteri pada saat terjadinya perdarahan haid.

5. HIPOMENORE

Hipomenore adalah perdarahan haid yang lebih sedikit dari biasanya, tetapi tidak mengganggu fertilitasnya. Penyebab gangguan hormonal endokrin dan kelainan uterus.
(Problema Haid, dr. H. Hendrik, M.Kes.)

STUDI KLINIS LEPIDIUM PERUVIANUM CHACON

Lepidium Peruvianum Chacon menyeimbangkan hormon secara alami. Ilmuwan yang berperan banyak pada pengetahuan terkini tentang Lepidium Peruvianum Chacon adalah Dr. Chacon, seorang ahli biologi pada Universitas San Marcos di Lima,Peru.

Dr. Chacon menyatakan bahwa Lepidium Peruvianum Chacon bekerja dengan cara yang berbeda secara fundamental dengan TSH, memicu fungsi optimal dari hipotalamus dan pituitari, dengan demikian meningkatkan fungsi dari keseluruhan kinerja kelenjar endokrin dalam memproduksi hormon tubuh.Penting untuk diingat bahwa Lepidium Peruvianum Chacon tidak mengandung hormon, tetapi cara kerjanya dalam tubuh merangsang pituitari untuk memproduksi hormon-hormon prekusor , yang akhirnya menyeimbangkan kadar estrogen, progesteron dan testosteron, juga membantu untuk menyeimbangkan kelenjar adrenalin, tiroid dan pankreas.

Tetapi ini terjadi secara alami, tidak dengan obat-obatan yang bekerja seperti bom waktu, yang membuat seluruh sistem tubuh ke dalam suatu keadaan yang berbahaya dalam kebingungan. “Dibanding TSH, jutaan wanita percaya kepada suatu obat yang telah digunakan selama 2000 tahun yang aman dan sangat efektif : suatu herbal cruciferous dari Peru yang bernama Lepidium Peruvianum Chacon.”

Dr. Chacon menemukan kandungan Lepidium Peruvianum Chacon dapat merangsang sistem endokrin, melalui beberapa penelitian yang membuatnya berkesimpulan bahwa komponen herbal ini bekerja pada kelenjar hipotalamus-pituitari. Ini juga menjelaskan mengapa efeknya pada manusia tidak terbatas pada ovarium dan testis, tetapi juga bekerja pada adrenalin, memberikan suatu rasa dari vitalitas dan energi yang besar juga sebaik kinerjanya pada pankreas dan tiroid. Dr. Chacon de Popovici, Ph.D., disadur dari majalah Nature & Health.

Efek Lepidium Peruvianum Chacon Pada Kelenjar Endokrin (Dr. Gloria Chacon de Popovici, Townsend Letter For Doctors & Patients, 1998) Alkaloida pada akar Lepidium Peruvianum Chacon bukan hormon tumbuh-tumbuhan, yang menghasilkan efek kesuburan pada ovarium dan testis. Melalui percobaan, Dr. Chacon berkesimpulan bahwa alkaloida bekerja pada poros hipotalamus-pituitari yang menjelaskan mengapa tikus jantan dan betina terpengaruh pada masalah kesesuaian jenis kelamin. Hal ini juga menjelaskan mengapa efeknya pada manusia tidak terbatas pada ovarium dan testis, tetapi juga bekerja pada adrenal, memberikan suatu rasa vitalitas dan energi yang lebih besar, sama halnya pada pankreas dan tiroid.

Efek fertilitas dan kerja Lepidium Peruvianum Chacon pada sistem reproduksi (Dr. Gonzales, Universidad Peruana Cayetano Heredia, 2001) Lepidium Peruvianum Chacon meningkatkan 85% jumlah sperma, meningkatkan motilitas (gerak spontan) & kualitas sperma pada pria juga meningkatkan sistem reproduksi pada mamalia. Efek Lepidium Peruvianum Chacon pada aktivitas seksual (Dr. Zheng, Shenyang Medical College, 2000). Lepidium Peruvianum Chacon meningkatkan aktivitas seksual & menurunkan gangguan Disfungsi Ereksi pada hewan percobaan.

STUDI KLINIS TENTANG PERAN LEPIDIUM PERUVIANUM CHACON DALAM MENYEIMBANGKAN HORMON

Lepidium Peruvianum Chacon adalah herbal sejenis umbi-umbian yang tumbuh di pegunungan Andes Peru pada ketinggian hingga 14500 kaki di atas permukaan laut, berada di bawah puncak salju glacial (Rea). Daerah tempat spesies khusus Lepidium Peruvianum Chacon ini ditemukan, adalah suatu wilayah dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrim: seperti sering diterpa badai/angin kencang, dingin/beku di malam hari dan panas terik di siang hari. Tidak ada tanaman makanan lain di muka bumi ini yang dapat tumbuh dan berkembang biak pada kondisi yang seekstrim itu. Para herbalis yakin bahwa tanaman yang resisten dan kuat seperti Lepidium Peruvianum Chacon ini pasti memiliki khasiat medis yang sangat tinggi.


Ilmuwan yang berperan banyak pada pengetahuan terkini tentang Lepidium Peruvianum Chacon adalah Dr. Chacon, seorang ahlibiologi pada Universitas San Marcos di Lima, Peru. Dr. Chacon menyatakan bahwa Lepidium Peruvianum Chacon bekerja dengan cara yang berbeda secara fundamental dengan Terapi sulih Hormon (TSH), yaitu memicu fungsi optimal dari hipotalamus dan pituitari,dengan demikian meningkatkan fungsi dari keseluruhan kinerja kelenjar endokrin dalam memproduksi hormon tubuh.

Dibanding TSH,dewasa ini jutaan wanita lebih percaya kepada suatu obat herbal yang telah digunakan selama 2000 tahun, yang telah terbuktiaman dan sangat efektif: suatu herbal cruciferous dari Peru yang bernama Lepidium Peruvianum Cachon”.Lepidium Peruvianum Chacon tidak mengandung hormon, tetapi cara kerjanya dalam tubuh adalah dengan merangsang pituitari untuk memproduksi hormon-hormon prekusor, yang akhirnya menyeimbangkan kadar estrogen, progesteron dan testosteron,j uga membantu untuk menyeimbangkan kelenjar adrenalin, tiroid dan pankreas. Tetapi ini terjadi secara alami, tidak dengan obat-obatan yang bekerja seperti bom waktu, yang membuat seluruh sistem tubuh ke dalam suatu keadaan yang berbahaya dalam kebingungan.

Dr. Chacon menemukan kandungan Lepidium Peruvianum Chacon dapat merangsang sistem endokrin, melalui beberapa penelitian yang membuatnya berkesimpulan bahwa komponen herbal ini bekerja pada kelenjar hipotalamus-pituitari. Ini juga menjelaskan mengapa efeknya pada manusia tidak terbatas pada ovarium dan testis, tetapi juga bekerja pada adrenalin, memberikan suatu perasaan vit dan energi yang besar, juga sebaik kinerjanya pada pankreas dan tiroid (Dr. Chacon de Popovici, Ph.D., disadur dari majalah Nature & Health).

Ketertarikkan yang lebih besar pada Lepidium Peruvianum Chacon adalah pada kemampuannya untuk menghasilkan stabilitas hormon. Luar biasanya, konsumsi dari herbal ini telah menunjukkan dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan ketidak seimbangan hormon seperti gejala-gejala menopause, PMS, dan lain sebagainya (Dr. Mark Millar, Ph.D, Profesor Fakultas Kedokteran Ilmu Pediatrik dan Kardiovaskular di Albano, disarikan dari Terbitan Januari/Pebruari 2000 Neutraceutical World).

Sekarang wanita memiliki alternatif lain untuk TSH. Lepidium Peruvianum Chacon bekerja dengan suatu cara yang secara keseluruhan berbeda dan lebih aman bagi kebanyakan wanita dibanding herbal Fitoestrogen seperti Black Cohosh dan Akar Licorice (Dr. Viana Muller, PhD, ahli antropologi, yang membuat koleksi herbal hutan hujan/ perjalanan studi ke Amazon River Basin sejak 1989. Disarikan dari majalah Nature & Health, Januari 2000).

KANDUNGAN LEPIDIUM PERUVIANUM CHACON

Bahan aktif/fitokimia Lepidium Peruvianum Chacon bukan fitohormon juga bukan hormon melainkan berupa:

METABOLIT PRIMER
Terdiri dari 18 jenis Asam Amino (termasuk asam amino esensial), karbohidrat, Vit A, B1, B2, B3, Niacin, B6, B12, C, E, karoten, mineral dan oligoelemen Ca, P, Fe, Zn, Mg, Cu, Na, K, Se, B, Mn, Al

METABOLIT SKUNDER
4 jenis alkaloida (Chacon 1,2,3,4), asam lemak, sterol, glukosinolat, steroid triterpena, steroid type saponin, senyawa fenolic, flavonoid

Sumber : Maca Data Sheet – Peruvian Herritage

Dengan kandungan 100% Lepidium Peruvianum Chacon organik, berarti segala khasiat dan manfaat Lepidium Peruvianum Chacon terkandung dalam “FEMONA”. Dengan demikian, “FEMONA” memiliki karakteristik dancara kerja yang sama dengan Lepidium Peruvianum Chacon. Ini berarti “FEMONA” memiliki kemampuan menyeimbangkan hormon tubuh sekaligus efektif mengatasi berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon termasuk berbagai gangguan seputar menstruasi.

“FEMONA” bekerja mengatasi berbagai gangguan menstruasi pada akar permasalahannya dan bukan pada gejala-gejalanya. Bahan-bahan aktif alami (alkaloid-alkaloid) yang terkandung dalam Lepidium Peruvianum Chaconbekerja langsung pada poros hipotalamus – ptiutari mengatasi ketidakseimbangan hormon yang menjadi faktor penyebab utama munculnya gangguan menstruasi.

Apa itu “Femona” ?

“Femona” adalah suplemen kapsul herbal organik yang diformulasikan untuk mencegah dan mengatasi berbagai gangguan seputar menstruasi serta berbagai gangguan kesehatan lainnya terutama yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tubuh.

Apakah kandungan “Femona” ?

Setiap kapsul “Femona” mengandung 600 mg Lepidium Peruvianum Chacon 100% Organik tanpa bahan pengisi, pengawet, pewarna, penambah rasa atau aroma. Lepidium Peruvianum Chacon organik yang terkandung dalam “Femona” diproses secara gelatinized dengan standar GMP sehingga dapat diserap 30% lebih efektif oleh tubuh

Apakah Lepidium Peruvianum Chacon ?

Lepidium Peruvianum Chacon adalah herbal sejenis umbi-umbian termasuk dalam keluarga cruciferae/brassicaceae serumpun dengan lobak, kol atau kubis dan merupakan tanaman asli yang tumbuh di Pegunungan Andes – Peru, pada ketinggian lebih dari 4000 meter pada kondisi tanah yang kasar dan cuaca yang sangat ekstrim. Herbal kuno yang sudah terbukti khasiatnya selama ribuan tahun ini, berdasarkan riset ilmiah terkini terbukti secara klinis berperan besar dalam menyeimbangkan hormon tubuh serta memiliki khasiat yang luas dalam mengatasi berbagai gangguan kesehatan terutama yang disebabkan

Apakah yang dimaksud dengan diproses secara Gelatinized?

Gelatinized Lepidium Peruvianum Chacon adalah umbi-akar Lepidium Peruvianum Chacon yang telah mengalami suatu proses ekstraksi khusus yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Nasional Agraria La Molina (Lima, Peru). Proses ini memindahkan sebagian besar kandungan zat tepung dari akar yang dihancurkan untuk meningkatkan asimilasi/pembauran dan konsentrasi bahan-bahan aktif yang ada didalamnya.

Apa saja khasiat “Femona” ?

“Femona” mengandung Lepidium Peruvianum Chacon organik yang secara empiris telah teruji khasiatnya selama berabad-abad oleh masyarakat asli Pegunungan Andes, dan berdasarkan riset ilmiah modern ditemukan sejumlah khasiat sebagai berikut:
  • Menyeimbangkan hormon tubuh
  • Mengatasi berbagai gangguan menjelang menstruasi (Pre Menstrual Syndrome/PMS)
  • Mengatasi berbagai gangguan pada saat menstruasi
  • Mengatur dan menormalkan siklus menstruasi, volume serta masa berlangsungnya perdarahan
  • Mengatasi berbagai gangguan seputar menopause (Peri-menopause Syndrome)
  • Alternatif pengganti yang aman bagi Terapi Sulih Hormon (TSH)
  • Mengurangi resiko osteoporosis
  • Mengatasi gangguan pada kelenjar tiroid (Hipertiroid & Hipotiroid)
  • Mengatasi stres dan kelelahan
  • Meningkatkan kesuburan pria dan wanita
  • Meningkatkan energi, stamina dan vitalitas tubuh
  • Memperkuat sistem imun (kekebalan tubuh)
  • Fungsi Adaptogen

Apa saja khasiat Ginseng Peru Organik “Femona” ?